Yaoutube

SBN TV
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

iklan pop

Iklan

Iklan

Sulitnya Mencari Nafkah Bukan Sekadar Keluhan, Jamal Minta Perhatian terhadap Nasib Rakyat

Redaksi
16 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-16T09:46:38Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
iklan


LAMPUNG, BANDAR LAMPUNG — Sulitnya mencari nafkah dan meningkatnya beban kebutuhan rumah tangga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut dirasakan oleh sebagian masyarakat yang harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga, sementara penghasilan yang diperoleh belum tentu sebanding dengan kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Jamal, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Lampung, menilai kegelisahan masyarakat mengenai kondisi ekonomi tidak seharusnya dipandang sebagai keluhan biasa. Menurutnya, persoalan tersebut perlu didengar dan dijadikan bahan evaluasi bersama, baik oleh pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, maupun elemen masyarakat lainnya.

“Rakyat tidak hanya membutuhkan imbauan untuk bekerja lebih keras. Mereka juga membutuhkan kesempatan yang lebih adil, kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata, dan lingkungan ekonomi yang memungkinkan kerja keras menghasilkan kehidupan yang lebih layak,” demikian pandangan Jamal dalam tulisannya mengenai tantangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut Jamal, persoalan mencari nafkah tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pekerjaannya. Setelah pulang ke rumah, masih ada berbagai tanggung jawab yang harus dipenuhi, mulai dari kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, tagihan listrik dan air, transportasi, cicilan, hingga kebutuhan keluarga lainnya.

Bagi pekerja dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap, uang yang diterima sering kali sudah memiliki banyak peruntukan sebelum sempat digunakan untuk kebutuhan lain. Sementara itu, pelaku usaha kecil harus menghadapi tantangan berupa modal, biaya operasional, daya beli konsumen, serta ketidakpastian pendapatan.

“Ketika seseorang harus bekerja semakin keras hanya untuk mempertahankan kondisi kehidupannya, pertanyaan yang perlu kita ajukan adalah apakah kesempatan ekonomi yang tersedia sudah cukup memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tulis Jamal.

Kerja Keras Harus Diiringi Kesempatan yang Adil

Jamal berpandangan bahwa persoalan ekonomi tidak cukup dilihat dari besarnya pendapatan semata. Stabilitas pekerjaan, beban kebutuhan keluarga, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup juga harus menjadi bagian dari perhatian.

Ia menilai masyarakat tidak bisa terus-menerus dibebani tuntutan untuk berjuang sendiri tanpa dukungan berupa lapangan kerja yang memadai, akses usaha, peningkatan keterampilan, serta kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

Dalam dua tahun terakhir, menurutnya, masyarakat menghadapi kondisi yang beragam. Ada yang berupaya mencari pekerjaan tambahan, menyesuaikan pengeluaran, membuka usaha baru, hingga menunda kebutuhan pribadi demi memenuhi keperluan keluarga.

Di balik perjuangan tersebut, terdapat tanggung jawab dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat.

Jamal mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menghakimi orang yang mengalami kesulitan ekonomi. Sebab, setiap keluarga memiliki latar belakang, tanggungan, dan tantangan yang berbeda.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa semangat untuk terus berusaha tetap perlu dijaga. Namun, semangat tersebut harus berjalan beriringan dengan kondisi yang memungkinkan masyarakat memperbaiki kehidupannya.

Pemerintah Perlu Mengevaluasi Kebijakan Ekonomi

Jamal menilai pemerintah pusat dan daerah perlu terus mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi serta program pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program, menurutnya, tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Sejumlah hal perlu menjadi perhatian, di antaranya akses pencari kerja terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya, kemudahan pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usaha, ketepatan sasaran perlindungan sosial, serta kesempatan generasi muda membangun kemandirian ekonomi.

Ia juga menilai bahwa potensi ekonomi Provinsi Lampung, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, jasa, pariwisata, industri pengolahan, hingga ekonomi kreatif, perlu terus dikembangkan agar mampu membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Namun, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan generasi muda.

Investasi dan pembangunan, lanjutnya, akan semakin bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan secara luas melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Jamal menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah harus disampaikan secara proporsional dan berdasarkan persoalan yang nyata. Menyuarakan kesulitan ekonomi bukan berarti menafikan seluruh upaya yang telah dilakukan, melainkan menjadi bagian dari masukan agar kebijakan publik semakin tepat sasaran.

“Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mendengar, kemauan untuk mengevaluasi, dan kesungguhan untuk memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki,” tulisnya.

UMKM dan Pemuda Perlu Mendapat Ruang Lebih Besar

Selain kebijakan ekonomi, Jamal menyoroti pentingnya dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, usaha kecil memiliki peran penting sebagai sumber penghasilan keluarga sekaligus penggerak perekonomian di lingkungan masyarakat.

Warung, usaha kuliner, pedagang pasar, jasa rumahan, dan berbagai usaha lokal membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar mampu bertahan dan berkembang.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak cukup berhenti pada pelatihan atau kegiatan seremonial. Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan usaha, akses pembiayaan yang sesuai kemampuan, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, serta peluang pemasaran yang lebih luas.

Masyarakat juga dapat berkontribusi dengan membeli produk lokal dan membantu mempromosikan usaha di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Jamal menilai persoalan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi pemuda harus menjadi perhatian serius. Generasi muda memiliki potensi dalam kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, tetapi membutuhkan akses terhadap keterampilan, jaringan usaha, modal, serta kesempatan kerja yang memadai.

Program pelatihan, menurutnya, perlu terhubung dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara program kewirausahaan harus disertai pendampingan dan akses pasar agar pemuda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan nyata untuk mengembangkan usaha.

Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan, KNPI Provinsi Lampung dinilai dapat berperan sebagai ruang kolaborasi dan penyampaian aspirasi generasi muda.

Jamal berpandangan bahwa keberhasilan gerakan kepemudaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi anggota dan masyarakat.

Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Lebih lanjut, Jamal mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan produktif dalam menyikapi persoalan ekonomi. Masyarakat perlu diberi ruang untuk menyampaikan kegelisahan, sementara pemerintah berkewajiban mendengar aspirasi dan menjelaskan kebijakan yang dijalankan.

Dunia usaha, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan juga memiliki peran dalam membangun kolaborasi serta mendorong solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama. Sebaliknya, dialog yang terbuka perlu diperkuat agar persoalan ekonomi dapat dibahas secara jernih dan menghasilkan langkah perbaikan.

Ia juga mengingatkan bahwa angka pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur tetap penting. Namun, capaian tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pekerjaan, penguatan daya beli, perluasan kesempatan usaha, dan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya tentang seberapa tinggi angka pertumbuhan yang dicapai, tetapi juga tentang seberapa besar kesempatan yang terbuka bagi masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya,” tulis Jamal.

Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan arah pembangunan yang jelas dan upaya nyata untuk memperbaiki kondisi kehidupan. Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, konsistensi kebijakan dan kerja sama antarpihak dinilai penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Jamal berharap kegelisahan masyarakat mengenai sulitnya mencari nafkah dapat menjadi perhatian bersama, bukan sekadar wacana yang muncul sesaat.

Masyarakat, menurutnya, tidak menuntut kehidupan yang berlebihan. Mereka ingin hasil kerja kerasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, usaha yang dirintis memiliki kesempatan berkembang, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, serta masa depan yang lebih pasti.

“Rakyat ingin hidup layak, bukan sekadar bertahan dari hari ke hari. Karena itu, dibutuhkan kesempatan ekonomi yang lebih luas, kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata, serta semangat gotong royong untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” tutup Jamal.

Penulis: Jamal
Pengurus KNPI Provinsi Lampung

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Technology